Benarkah Protein Hewani Lebih Mudah Diserap Tubuh?

Memahami Cara Tubuh Mengolah Protein

Sebelum membandingkan keduanya, kita perlu memahami terlebih dahulu bagaimana tubuh menilai kualitas protein. Dengan memahami hal ini, Anda akan lebih mudah menentukan pilihan yang tepat.

Story pin image

1. Komposisi Asam Amino

Protein terbentuk dari rangkaian asam amino. Tubuh membutuhkan 20 jenis asam amino, dan 9 di antaranya termasuk kategori esensial karena tubuh tidak bisa membuatnya sendiri. Oleh karena itu, kita harus mendapatkannya dari makanan.

2. Nilai Biologis (Biological Value/BV)

Nilai ini menjelaskan seberapa efektif tubuh menyerap dan menggunakan protein dari makanan. Semakin tinggi nilainya, semakin besar manfaat yang tubuh dapatkan.

3. Kecernaan Protein

Kecernaan menggambarkan kemampuan tubuh memecah dan menyerap protein secara optimal melalui sistem pencernaan. Akibatnya, faktor ini sangat menentukan seberapa cepat tubuh memanfaatkan protein tersebut.


Protein Hewani Lebih Mudah Tubuh Serap, Tetapi…

Secara umum, protein hewani memiliki profil asam amino lengkap serta tingkat kecernaan tinggi. Contoh sumbernya meliputi:

  • daging, ayam, dan ikan
  • telur
  • susu dan produk turunannya

Selain itu, sebagian besar protein hewani memiliki nilai PDCAAS 1.0, yang menunjukkan bahwa tubuh dapat memanfaatkannya secara sangat optimal. Oleh karena itu, banyak atlet dan praktisi kebugaran memilih protein hewani sebagai asupan utama mereka.

Kesimpulan sementara: Tubuh memang menyerap protein hewani dengan lebih cepat dan memanfaatkannya secara efisien.


Protein Nabati Tetap Menawarkan Banyak Keunggulan

Namun, bukan berarti protein nabati tidak berkualitas. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa beberapa protein nabati memiliki kualitas tinggi, terutama jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Selain itu, sumber nabati juga membawa manfaat tambahan untuk kesehatan.

Sumber nabati yang kaya protein antara lain:

  • kedelai, tahu, tempe
  • edamame
  • spirulina
  • quinoa
  • kacang polong

Di sisi lain, banyak di antaranya memberikan asam amino lengkap atau mendekati lengkap, terutama jika Anda mengombinasikannya dengan makanan lain. Dengan demikian, protein nabati tetap bisa memenuhi kebutuhan tubuh.


Apa yang Membuat Penyerapan Protein Nabati Sedikit Lebih Rendah?

Beberapa hal berikut memengaruhi cara tubuh memanfaatkan protein nabati:

1. Kandungan Serat

Serat membantu kesehatan pencernaan. Namun, serat juga dapat memperlambat penyerapan nutrisi, termasuk protein. Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memanfaatkannya.

2. Antinutrisi

Beberapa tanaman mengandung fitat dan tanin yang dapat menghambat penyerapan mineral dan protein. Meski begitu, teknik memasak seperti perebusan, perendaman, dan fermentasi (misalnya pada tempe) dapat menurunkan jumlah antinutrisi tersebut. Dengan cara ini, tubuh dapat menyerap protein lebih baik.

3. Profil Asam Amino

Beberapa sumber nabati memiliki asam amino pembatas seperti:

  • lysine yang rendah pada sereal
  • methionine yang rendah pada kacang-kacangan

Namun, pola makan berbasis kombinasi makanan mampu mengatasi kekurangan tersebut. Sebagai contoh, nasi dan kacang-kacangan dapat saling melengkapi.


Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh dan Otot?

Jawabannya tergantung kebutuhan dan gaya hidup Anda. Setiap sumber memiliki keunggulan masing-masing.

Protein Hewani Cocok Jika Anda:

  • ingin meningkatkan massa otot
  • membutuhkan protein dengan penyerapan cepat
  • tidak memiliki alergi terhadap produk hewani

Protein Nabati Cocok Jika Anda:

  • ingin menjaga kesehatan pencernaan
  • mengurangi kolesterol dan lemak jenuh
  • menjalani pola makan vegetarian atau vegan
  • memilih sumber protein yang ramah lingkungan

Oleh karena itu, keduanya dapat memberikan manfaat besar jika Anda mengonsumsinya secara seimbang.


Tips agar Tubuh Lebih Mudah Menyerap Protein

Anda dapat meningkatkan efisiensi penyerapan protein melalui cara berikut:

  • mengatur asupan protein dalam beberapa porsi kecil sepanjang hari
  • mengonsumsi protein setelah latihan
  • mengombinasikan berbagai sumber protein nabati
  • memilih bahan makanan minim proses
  • menyesuaikan kebutuhan protein harian (sekitar 1–1,6 g/kg berat badan)

Selain itu, menjaga kesehatan pencernaan juga membantu tubuh menyerap protein lebih baik.


Kesimpulan

Apakah protein hewani lebih mudah tubuh serap?
Ya, tubuh biasanya mengolah dan memanfaatkan protein hewani dengan efisiensi lebih tinggi berkat profil asam amino yang lengkap dan tingkat kecernaan yang baik.

Namun, protein nabati tetap menawarkan kualitas tinggi, terutama jika Anda memilih sumber yang tepat dan mengolahnya dengan benar. Bahkan, beberapa di antaranya—seperti spirulina, kedelai, atau quinoa—memberikan kualitas yang mendekati protein hewani.

Oleh karena itu, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan, kondisi tubuh, dan gaya hidup Anda.

 

Similar Posts

  • Rahasia Kesehatan Tubuh dari Protein Nabati Alami

      Apa Itu Protein Nabati? Protein nabati adalah jenis protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, kedelai, spirulina, dan daun kelor. Di sisi lain, berbeda dengan protein hewani, protein nabati bebas kolesterol dan cenderung lebih rendah lemak jenuh. Selain itu, kandungan seratnya membantu tubuh mengontrol kadar lemak. Oleh karena itu, sumber protein ini sangat…

  • Efek Makan Junk Food Setiap Hari

    Apa yang Terjadi pada Tubuh? Junk food memang enak, praktis, dan sering jadi pilihan cepat saat lapar. Namun, tahukah Anda bahwa konsumsi junk food setiap hari bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan? Artikel ini akan membahas efek makan junk food setiap hari, apa yang terjadi pada tubuh, serta contoh makanan junk food yang perlu diwaspadai….

  • Ciri-Ciri Kekurangan dan Kelebihan Protein

    🧠 Ciri-Ciri Kekurangan dan Kelebihan Protein Kekurangan protein dan kelebihan protein sama-sama bisa memengaruhi kesehatan tubuh. Protein berfungsi membangun otot, memperbaiki jaringan, menghasilkan hormon, serta menjaga daya tahan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda ketika tubuh mulai kekurangan atau justru berlebihan protein. 🍳 Mengapa Protein Penting untuk Tubuh? Protein memiliki banyak peran penting…

  • Rahasia Awet Muda: Cukupkan Protein untuk Sel Kuat

    Mengapa Protein Penting untuk Awet Muda Banyak orang mencari cara agar terlihat awet muda, mulai dari perawatan kulit hingga suplemen anti-aging. Namun, di balik semua itu, rahasia sejatinya terletak pada sesuatu yang sederhana: protein. Selain itu, zat gizi ini berperan besar dalam membangun, memperbaiki, dan memperkuat sel tubuh.. Zat gizi ini berperan besar dalam membangun,…

  • Kenali Intoleransi Laktosa dan Cara Mengatasinya

    Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Banyak orang mengalami intoleransi laktosa, yaitu kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Akibatnya, sebagian orang merasa tidak nyaman setelah minum susu karena muncul gejala seperti kembung, diare, atau mual. Artikel ini akan membahas apa itu intoleransi laktosa, perbedaannya dengan alergi…

  • Suplemen Alami vs Sintetis: Mana Lebih Baik?

    Apa Itu Suplemen Alami? Suplemen alami berasal dari bahan-bahan alami seperti tumbuhan, buah, sayur, atau hewan. Contohnya meliputi minyak ikan, ekstrak kunyit, spirulina, dan vitamin C dari buah acerola. Produsen suplemen alami biasanya hanya melakukan proses pengolahan ringan agar kandungan gizinya tetap terjaga. Senyawa pendukung di dalamnya membantu tubuh menyerap nutrisi lebih efektif. 👉 Baca…